Game 4 dimensi?

Durasi membaca: 2 menit

Bikin game 3 dimensi aja sudah susah. Bagaimana sempat kebayang mau bikin game 4 dimensi?

Ternyata itu diluar dugaanku. Tahun 2015 dulu, aku ngefans sekali dengan game PS4 ini yang berjudul, Miegakure. Saat itu, ialah satu-satunya game yang menggunakan mekanika 4 dimensi, yang dibungkus dengan eksekusi grafis, gameplay, level design yang cukup matang buat dibilang game selevel PS4.

Mungkin karena aku suka eksperimen dengan procedural world, dan saat itu rasa penasaranku masih tinggi, jadinya aku rela lihat baca blog dan video behind the scene si developer Miegakure, lalu baca-baca artikel scholar sampai keriting, sambil ngoding dan memvalidasi teori yang aku telan mentah-mentah, akhirnya jadi project yang kunamakan, Engine4.

Sebagai reward, aku jual script itu, yah gak tinggi-tinggi amat. Cuma 15$ (itu dulu, sekarang 35$) per orang buat akses source code nya. Meskipun aku bisa klaim, itu adalah satu-satunya (dan masih satu-satunya) dimana kamu bisa baca referensi 4D di muka bumi, emang mau bisa dibikin se-waw apa sih game 4D? Ekspetasiku ialah, aset ini gak bakalan meledak viral, dan yeah, awalnya benar.

Namun aku salah, ternyata masih ada interest dengan konsep hyper-reality, 4 dimensi ini. Meski, yeah butuh waktu lama (banget) untuk mereka yang tertarik, nongol ke permukaan. Script ini menerima cukup banyak masukan hingga sampai aku tulis ulang sampai 4 kali selama 2 tahun setelahnya. Sayangnya, tetap tidak mencapai antisipasi yang aku inginkan, jadi selama kuliah 2 tahun terakhir, aku biarkan terbengkalai saja.

Semua ini, berubah sejak pandemi menyerang. Mungkin banyak orang di berbagai belahan dunia pada gabut work from home, memunculkan ide-ide gila mereka pada 4 dimensi, sehingga, yeah, banyak lagi request, dan yeaay, project ini bangkit lagi dari tidur panjangnya.

Cukupnya banyak sih, requestnya, bahkan ada yang sampai berani ngajukan kontrak kerja lepas. Aiihhh. Gila bener.

Entah, gara-gara markona ini, daftar project ku membanjir. Biasanya berapapun project dan deadlinenya, bisa enteng kutangani. Sekarang aku mulai khawatir overload project. Maklum sih, orang-orang berduit pada gila sama ide dan mimpi sendiri gara2 WFH. wkwkwkkwkw.

Loading